Jumat, 29 Maret 2013

AKUNTANSI ISLAM


Pengertian Akuntansi

Akuntansi adalah seni dalam menganalisa, mencatat, menggolongkan / mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, menafsirkan dan mengkomunikasikan dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian ekonomi dari suatu entitas hukum sosial.”

Sedang menurut literatur Islam akuntansi (muhasabah) didefinisikan suatu aktifitas yang teratur berkaitan dengan pencatatan transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, keputusan-keputusan yang sesuai dengan syariat, dan jumlah-jumlahnya, di dalam catatan-catatan yang representatif, serta berkaitan dengan pengukuran hasil-hasil keuangan yang berimplikasi pada transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, dan keputusan-keputusan tersebut membantu pengambilan keputusan yang tepat.

Sejarah Islam

Setelah munculnya Islam di Semenanjung Arab di bawah pimpinan Rasulullah saw, serta terbentuknya Daulah Islamiah di Madinah, mulailah perhatian Rasulullah untuk membersihkan muamalah maaliah (keuangan) dari unsur-unsur riba dan dari segala bentuk penipuan, pembodohan, perjudian, pemerasan, monopoli dan segala bentuk usaha untuk mengambil harta orang lain secara batil. Rasulullah lebih menekankan pada pencatatan keuangan. Rasulullah mendidik secara khusus beberapa orang sahabat untuk menangani profesi ini dan mereka diberi sebutan khusus, yaitu hafazhatul amwal (pengawas keuangan).

Diturunkannya surah Al Baqarah ayat 282, yang menjelaskan fungsi-fungsi pencatatan (kitabah), dasar-dasarnya, dan manfaat-manfaatnya, seperti diterangkan oleh kaidah-kaidah hukum yang harus dipedomani dalam hal ini.

Dalam Islam selalu ditekankan jangan melakukan kecurangan dan menimbulkan kerugian kepada pihak lain. Ketentuan ini harus ditegakkan dengan cara apapun. Harus ada system yang dapat menjaga agar semua hak-hak stakeholders termasuk hak sosial, dan lingkungan dan pemerintah dijaga jangan sampai ada yang dirugikan dalam hal jual beli mudharabah, atau musyarakah. Tekanan Islam dalam kewajiban melakukan pencatatan sebagai berikut:
1.      Menjadi bukti dilakukannya transaksi (muamalah) yang menjadi dasar nantinya dalam menyelesaikan persoalan selanjutnya.
2.      Menjaga agar tidak terjadi manipulasi atau penipuan baik dalam transaksi maupun hasil dari transaksi itu (laba).

Akuntansi Islam

Islam dan Persepsi Masyarakat

Pengertian agama islam menurut pendapat Syed Muhammad Naquib Al-Attas (1989) tentang islam sebagai berikut:

Agama dalam islam sama dengan istilah “din” yang berarti bukan saja semata suatu konsep, tetapi sesuatu yang harus dijabarkan dalam realitas kehidupan secara mendalam dan kental dalam pengalaman hidup manusia.

Sumber:  

Syafri harahap, Sofyan, Akuntansi Islam, Bumi Aksara, Jakarta: 1997 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar